about GIE
Ia bukan
partisan, daalm arti mengabdikan kegiatan intelektualnya bagi suatu
kepentingan politik sempit. Tetapi ia juga bukan jenis intelektual yang
mengelakkkan keterlibatan dalam kancah politik.Seperti diakuinya,
politik ibarat lumpur kotor, namun dalam keadaan mendesak, ia siap
mencemplungkan diri ke dalamnya. Terjun dalam pergolakan politik tanah
air pada tahun-tahun ‘60-an, Soe Hok-gie ikut mengambil bagian dalam
gerakan perlawanan terhadap keotoriteran Sukarno. Ia menulis dalam
surat kabar maupun selebaran gelap, dan pada tahun ‘66 aktif
menggerakkan demonstrasi mahasiswa di jalan-jalan.
Sebagai seorang cendekiawan, "kejujurannya tidak mengenal batas," tulis
Soedjatmoko dalam "Peranan Intelektuil di Negara Sedang Berkembang"(Budaja Djaja,
Juli 1970).Kelahiran Orde Baru yang secara tidak langsung ikut
dibidaninya tidak membuatnya menutup mata terhadap gejala keotoriteran
baru yang muncul tidak lama kemudian. Itulah potret Soe Hok-gie,
seorang intelektual muda yang konsisten melawan tirani sampai akhir
hayatnya, dilukiskan dengan rinci oleh John Maxwell dalam buku ini,
yang merupakan terjemahan disertasi doktoralnya Soe Hok-gie : A Biography of a Young Indonesian Intellectual.